Menyurutkan Emosi dengan Islam sebagai Solusi

Apartemen296 Dilihat

Oleh: Euis Bella Bediana, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan.

 

TANGERANGNEWS.com-“Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah, ” Dikutip dari sebuah hadis Rasulullah, yang dijelaskan oleh Abu Hurairah R.A.

Fenomena akhir-akhir ini begitu memprihatinkan, banyak kasus yang diakibatkan tersulut emosi seperti pembunuhan, KDRT, mutilasi dan lainnya. Banyak manusia zaman sekarang merespon sesuatu hal hanya bersandar pada hawa nafsu, tidak ada standar halal-haram, yang dipikirkan hanya bagaimana rasa amarah atau emosi tersebut tersalurkan.

Seperti yang terjadi di daerah Kebayoran lama, Jakarta Selatan. Seorang suami mendapati istrinya chatting dengan pria lain, sang suami pun terbakar api cemburu dan tidak mampu mengendalikan emosinya lalu mengambil jerigen berisi bensin dan membakar istrinya hidup-hidup. (kompas.com)

Masih di wilayah Jakarta Selatan, ditemukan di rumah kontrakan daerah Jagakarsa seorang ayah tega membunuh 4 anak kandungnya dengan cara membekap mulut anaknya satu persatu. Kejadian pembunuhan tersebut dilakukan setelah satu hari sebelumnya tersangka melakukan KDRT terhadap istrinya. (kompas.com)

Realita ini telah menggambarkan tidak ada jaminan keamanan dalam kondisi sekarang. Padahal permasalahan di atas terjadi di ruang lingkup kecil, yakni keluarga. Ruang lingkup yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman untuk anggota keluarga.

Nyawa begitu murah harganya. Tempat mencari keadilan begitu sulit ditemukan, sekalipun ada penjara dan hukum pidana atas kasus pembunuhan dan KDRT, nyatanya hukum itu tidak mampu membuat jera para pelaku. Buktinya, berita-berita demikian kerap kali terjadi.

Ayah membunuh anak, anak membunuh orangtua, istri diamuk suami, tetangga membunuh tetangga lainnya hanya karena masalah sepele dan tentunya masih banyak lagi kasus-kasus mengerikan yang para pelakunya adalah orang-orang disekitar kita. Hukum saat ini tidak membuat jera, para pelaku pembunuhan dan KDRT semakin menjamur dimana-mana.

Baca Juga  Simak 4 Penyebab Gagal Isi Token Meter Prabayar dan Solusinya

Hal ini menandakan cara pandang kehidupan saat ini memang cerminan dari lemahnya pemahaman manusia terhadap hukum Islam. Tidak mampu menguasai problematika kehidupan karena memang tidak paham akan solusinya. Sehingga manusia dengan mudah tersulut emosi.

Memang tidak asing lagi apabila kehidupan dipimpin oleh sistem sekularisme kapitalisme. Sistem sekularisme kapitalisme adalah paham yang memisahkan agama dengan segala aspek kehidupan, kepuasan diri menjadi tolok ukur amal perbuatan manusia. Maka manusia akan mudah sekali menjadi tempramental hingga hilang akal sehatnya dan kesulitan dalam meregulasi emosi.

Sementara Islam memiliki aturan yang sempurna dalam mengatur kehidupan berumah tangga dan kehidupan umum. 

Termasuk cara agar manusia tidak mudah tersulut emosi. Islam mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan ini untuk beribadah kepada Allah. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Az Zariyat : 56 (Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.)

Sebagai manusia kita perlu juga memahami realita yang terjadi pada kehidupan. Ada saatnya siang berganti malam, sedih lalu bahagia, kesulitan hingga menemukan kemudahan dan hal-hal lain yang berlawanan. Inilah realita kehidupan. Allah berfirman pada QS. Al Baqarah : 155 (Dan sungguh-sungguh akan Kami berikan cobaan kepada Anda, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.)

Tertulis sabar dalam kutipan ayat diatas artinya memahami hakikat kehidupan, apabila manusia sudah memahami tentang hakikat kehidupan, pasti melahirkan manusia-manusia yang tidak mudah panik dan putus asa ketika sedang diuji oleh Allah. 

Gambaran manusia yang mampu dengan mudah mengendalikan emosinya, mampu memahami tentang hakikat kehidupannya tidak akan lahir pada sistem sekularisme kapitalisme. Manusia yang memiliki pemikiran cemerlang dan generasi yang gemilang bisa ada beriringan dengan sistem yang sempurna, yakni sistem Islam yang diterapkan dalam segala aspek kehidupan manusia secara menyeluruh. Wallahualam .

Baca Juga  Susul Tangsel, Indeks Pembangunan Manusia Kota Tangerang Naik hingga 79,13%



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *