Pertimbangan Pertamina Bangun Rumah Sakit, Hotel, dan Kampus di IKN

Berita390 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, A. Salyadi Saputra mengatakan PT Pertamina (Persero) melihat peluang untuk melebarkan bisnis di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pertamina Group akan membangun berbagai infrastruktur penting berupa rumah sakit, penginapan atau hotel, dan kampus.

Pembangunan di IKN akan dilakukan dengan usaha anak perusahaan yang sesuai bidang fasilitas pendukung. Pertamina ingin mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s).

“Pembangunan kawasan terpadu di IKN akan menggunakan konsep smart city forest yang sejalan dengan komitmen Pertamina dalam menjalankan bisnis dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina,” ujar Salyadi.

Salyadi menjelaskan, pengembangan Rumah Sakit akan melalui anak usaha PT Pertamina Bina Medika-IHC, pengembangan Hotel Resort melalui anak usaha PT Patra Jasa, dan pengembangan Universitas Vokasi melalui Universitas Pertamina dalam satu kawasan terpadu di IKN.

Salyadi menjabarkan dari lahan 50 hektar, hanya 20 persen lahan digunakan, yang untuk membangun rumah sakit, sisa lahannya akan digunakan untuk ruang terbuka hijau.

Untuk pengembangan fasilitas Universitas Pertamina, akan dibangun kampus modern, dengan konsep green building, dan memiliki fasilitas tumbuh kembang, yang akan dibangun di atas lahan 50 hektar. 

Sementara itu untuk pembangunan hotel, menggunakan rancangan bangunan dengan material olahan bambu, rotan, dan kayu lokal sebagai salah satu sumber daya bahan bangunan melimpah Indonesia.

Selain itu, untuk sarana transportasi, PT Pelita Air Service sudah membuka rute penerbangan ke Kota Balikpapan, dengan frekuensi 14 kali penerbangan per minggu, sejak tanggal 20 Maret 2023.

Iklan

Baca Juga  Ingin 2024 Adem, Butet Kartaredjasa dan Seniman Yogya Bikin Panggung Bersatu dalam Guyonan

Salyadi berharap ke depannya frekuensi penerbangan bertambah, untuk memperkuat posisi Pelita air sebagai maskapai dengan konektivitas terbaik menuju IKN.

Dalam merealisasikan, menurutnya koordinasi secara intens dengan pihak Otorita IKN sangatlah diperlukan. 

Mengenai tenggat waktu untuk fasilitas dapat mulai beroperasi, Salyadi menjelaskan bahwa setiap pembangunan memiliki target yang berbeda. Saat ini, Salyadi dapat berpendapat untuk Rumah Sakit dan hotel.

“Rumah sakit, kemungkinan tahun ini sudah bisa beroperasi. Namun, untuk penanganan kesehatan lebih lanjut akan dirujuk ke RS Pertamina Balikpapan. Untuk Hotel, diharapkan sudah bisa beroperasi tahun depan,” ujar Salyadi.

LAYLA AISYAH

Pilihan editor: Atasi Kelangkaan di Madiun, Pertamina Tambah Distribusi Elpiji 3 Kg



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *